kuliah Geoteknik
Makalah Geoteknik
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar belakang
Geologi teknik adalah ilmu
terapan yang merupakan gabungan dari ilmu geologi dan teknik sipil. Geoteknik
adalah merupakan yang mempelajari sifat dan perilaku batuan bila dikenakan gaya
atau tekanan. Pada umumnya bagi mahasiswa yang
belajar ilmu geoteknik diharuskan untuk mempelajari ilmu mekanika tanah dan
mekanika batuan karena dua disiplin ilmu ini yang mendasari imu geoteknik. Mekanika
batuan merupakan ilmu yang mempelajari sifat-sifat mekanik batuan dan massa
batuan. Sedangkan Mekanika tanah adalah cabang dari ilmu tekhnik dimana
mekanika tanah khusus mempelajari tentang perilaku tanah serta sifat yang
diakibatkan oleh tegangan dan regangan yang disebabkan oleh gaya-gaya yang
bekerja pada tanah itu sendiri.
Objek kajian Geoteknik adalah
perilaku batuan. Ada banyak definisi batuan berdasarkan pendekatan yang
dipakai. Batuan menurut Ahli Geoteknik (Sipil)
adalah suatu bahan yang keras dan
koheren/terkonsolidasi dan tidak dapat digali dengan cara biasa. Alias menggunakan teknik tertentu. Salah
satu teknik merekayasa batuan adalah geoteknik, hal inilah yang menyebabkan Geoteknik memiliki peran yang
dominan dalam operasi penambangan, seperti pekerjaan penerowongan, pemboran,
penggalian, peledakan, dan pekerjaan lainnya.
2. Rumusan masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas, dapat ditarik beberapa masalah sebagai berikut :
a.
Apa itu batuan ?
b.
Bagaimana memahami perilaku batuan ?
c.
Apa saja klasifikasi batuan ?
d.
Bagaimana karakteristik batuan?
3. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini
untuk memenuhi kewajiban pengganti tugas mid tes (evaluasi triwulan pertama).
Lebih dari itu, alasan utuk membuat makalah ini adalah meningkatkan wawasan dan
pemahaman mengenai dasar-dasar geoteknik seperti definisi batuan, perilaku
batuan, klasifikasi massa batuan, karakteristik
batuan.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Mekanika Batuan
Defenisi batuan
Secara umum Batuan merupakan campuran dari satu atau lebih mineral yang berbeda,
tidak mempunyai komposisi kimia tetap. Berikut definisi batuan menurut beberapa sumber :
Geologiawan →
mineral dan bahan organis yang bersatu membentuk kulit bumi.
Ahli
Geoteknik (Sipil) →suatu bahan yang
keras dan koheren/terkonsolidasi dan tidak dapat digali dengan cara
biasa.
Talobre → material
yang membentuk kulit bumi termasuk fluida yang berada didalamnya.
ASTM →
suatu bahan yang terdiri dari mineral padat berupa massa yang berukuran besar
ataupun berupa fragmen-fragmen.
Definisi Mekanika Batuan
Mekanika Batuan adalah ilmu yang mempelajari sifat dan perilaku batuan bila
terhadapnya dikenakan gaya atau tekanan. Berikut beberapa definisi yang bisa
dipakai untuk menjelaskan apa itu definisi batuan.
1. Coates → ilmu yang mempelajari efek gaya terhadap batuan
•
Analisis dari beban/gaya yang dikenakan pada batuan
•
Analisis dari dampak dalam yang dinyatakan dalam tegangan
(stress), regangan (strain) atau enersi
yang disimpan
•
Analisis terhadap rekahan, aliran atau deformasi dari batuan
2. Talobre : ilmu yang mempelajari perilaku batuan di tempat asalnya
untuk dapat mengendalikan pekerjaan-pekerjaan yang dibuat pada batuan tersebut.
Teori + Pengalaman + Pekerjaan/pengujian lab +
pengujian in-situ
3. US National Committee On Rock Mechanics :
ilmu yang mempelajari perilaku batuan baik secara teoritis maupun terapan.
4. Hudson
& Horrison : mekanika tanah merupakan ilmu mempelajari reaksi batuan
apabila dikenai suatu gangguan.
5. Budavari
: ilmu yang mempelajari distribusi gaya-gaya dalam dan deformasi akibat gaya
luar pada suatu benda padat.
6. Batuan
terdiri dari batuan padat berupa kristal dan bagian kosong seperti pori-pori,
fissure, crack, joint.
Komposisi
batuan
:
Kulit
bumi, 99 % dari beratnya terdiri dari 8 unsur : O, Si, Al, Fe, Ca, Na, Mg dan
H.
Komposisi
dominan dari kulit bumi :
SiO2 = 59.8 % Na2O = 3.25 %
Al2O3 =
14.9 % K2O = 2.98 %
CaO = 4.9 % Fe2O3 = 2.69 %
MgO = 3.7 % H2O = 2.02 %
Fe = 3.39 %
Struktur Batuan
-
Bidang diskontinu bisa mengontrol permebilitas
-
Struktur batuan tentukan metode penyanggaan
-
Penurunan tegangan oleh tekanan air
-
Pelemahan dan disintegrasi batuan
-
Erosi pada bidang diskontinu
Sifat
batuan
·
Heterogen
1. Jenis
mineral pembentuk batuan yang berbeda,
2. Ukuran
dan bentuk yang berbeda dalam batuan,
3. Ukuran,
bentuk, dan penyebaran void berbeda didalam batuan.
·
Diskontinu
Massa
btuan di alam tidak kontinu (discontinu) karena adanya bidang lemah (crack,
joint, fault, fissure) dimana kekerapan, perluasan, dan orientasi bidang-bidang
lemah tersebut tidak kontinu.
·
Anisotrop
Karena
sifat batuan heterogen, diskontinu, anisotropy maka untuk dapat menghitung
secara matematis misalnya sebuah lubang bukaan disekitarnya terdiri dari batuan
B1, B2, B3, diasumsikan batuan ekivalen B’ sebagai pengganti batuan B1, B2, B3
yang mempunyai sifat hommogen, kontinu, dan isotrop.
2. Karakteristik Batuan
Sifat batuan :
1. Sifat
fisik :
·
bobot isi
·
berat jenis
·
porositas
·
absorpsi
·
void ratio
2. Sifat mekanik :
·
kuat tekan
·
kuat tarik
·
modulus elastis
·
poisson ratio
·
sudut geser dalam
·
kohesi
·
kuat geser
Hubungan sifat fisik :
1.
Rancangan peledakan
2.
Perencanaan penambangan
3.
Perhitungan beban dan analisis tegangan
4.
Analisis kemantapan lereng dsb
Sifat mekanis berhubungan
dengan hampir seluruh rancangan penggalian di permukaan maupun di bawah tanah
3. Perilaku Batuan
1.
Statis :
a. Elastik
b. Plastik
c. Elastoplastik
2.
Dinamik
a. Viskous
(Newtonia)
b. Visko-elastik
(Maxwell)
c. Firmo
Viscous (Kelvin)
d.
Kompleks (Burger)
Perilaku
batuan dikatakan elastic (linier maupun non linier) jika tidak terjadi
deformasi permanen pada saat tegangan dibuat nol.
Plastisitas adalah
karakteristik batuan yang mengijinkan regangan (deformasi) permanen yang besar
sebelum batuan tersebut hancu (failure).
4. Klasifikasi Massa
Batuan
Massa batuan → susunan
blok-blok material batuan yang dipisahkan oleh berbagai tipe ketidak menerusan
geologi.
Deskriptif kuantitatif
memiliki prospek dimasa mendatang → seluruh karakter material batuan dan
ketidak menerusan geologi akan dinyatakan dalam bentuk bobot (nilai) sehingga
dapat mudah dihitung.
Tujuan
klasifikasi massa batuan :
1.
Mengelompokkan jenis massa batuan berdasar perilakunya
2.
Dasar untuk pahami karakter tiap-tiap kelas
3.
Memberikan data kuantitatif untuk rancangan rekayasa batuan
4.
Sebagai dasar komunikasi diantara para perancang dan ahli
rekayasa batuan
Metode
rancangan untuk rekayasa batuan :
1.
Analitik → terapkan prinsip analisis tegangan dan deformasi
disekitar penggalian terowongan
2.
Observasional → rancangan berdasarkan pemantauan aktual
terhadap perpindahan batuan selama penggalian (melihat ketidak stabilan terukur
, analisis batuan-penyangga)
3.
Empirik → menguji berdasarkan analisis statistika.
(klasifikasi massa batuan)
Sistem klasifikasi pertama
diusulkan oleh Terzaghi (1946) untuk penyangga batuan pada terowongan.
Klasifikasi
dimanfaatkan untuk:
1.
Terowongan
2.
Penyanggaan pada terowongan
3.
Lereng batuan
4.
Dasar pembuatan pondasi
Macam
klasifikasi :
1.
Rock load (Terzaghi, 1946) → untuk terowngan dan penyangga
baja
2.
Stand up time (Lauffer, 1958) → terowongan
3.
New Austrian Tunneling Methode ( Pacher, 1964) → terowongan
4.
Rock quality designation (Deere, 1967) → Core loging dan
terowongan
5.
Rock struktur rating (wickhman, 1972) →terowongan
6.
Rock mass rating system (Bieniawski, 1973) → terowongan,
tambang, lereng, fondasi
7.
Q-system (Barton, 1974) →terowongan, ruang bawah tanah
8.
Rock mass index (Palmstrom, 1995) → rock engireering, evaluasi
penyangga
Parameter
masukan :
1.
Core loging
2.
Kuat tekan batuan
3.
Spasi diskontinuitas
4.
Kondisi diskontinuitas
5.
Orientasi diskontinuitas
6.
Kondisi air tanah

Komentar
Posting Komentar