Sepatah kata Ketua umum menjelang Musyawarah besar ke XVIII
Do’a kepada Allah Swt
yang telah memberikan nikmat akal kepada manusia untuk berpikir dan berusaha
dalam menyempurnakan kemanusiaannya.
Semoga segala aktifitas keseharian kita dapat bernilai ibadah dan selalu
diberkahi. Amin.
Pada kesempatan kali ini,
entah kenapa ada dua kata yang selalu ingin kami ulangi yaitu terima kasih. Ucapan
terima kasih kepada seluruh hadirin terutama seluruh komponen organisasi atas
kerja samanya selama satu periode kedepan. Hal yang mungkin tidak terlupakan
dalam perjalanan hidup kami. Suatu bentuk partisipasi kepada pembangunan bangsa,
kawan – kawan seperjuangan telah bahu – membahu merawat dan menjaga nilai –
nilai luhur dalam organisasi ini.
Selama satu periode
kepengurusan kebelakang, ada banyak hal yang terjadi, baik direncanakan maupun datang
dengan sendirinya. Pertalian antara rencana dan realitas akan kemudian menghasilkan
suatu peristiwa yang sudah kita lewati bersama.Kejadian-kejadian itu merupakan
konsekuensi dari dunia yang penuh dengan gerak dan perubahan. Bagaimanpun bagusnya
rencana yang kita susun, tetap saja
kondisi factual dilapangan yang mempengaruhi kuat peristiwa itu terjadi. Adapun
peristiwa-peristiwa sejarah tersebut menjadi peristiwa yang penting jika mampu
memberikan makna bagi pribadi kita masing-masing. Mengenai
sebab dari peristiwa – peristiwa itu, bagaimana terjadinya, kapan waktunya, apa
dampaknya bagi perkembangan organisasi akan dibahas lebih dalam di musyawarah
besar ke XVIII kali ini. Yang kami jelaskan sedikit disini merupakan suatu hasil dari
pengalaman – pengalaman indrawi serta ide – ide dan perasaan pribadi maupun
kelompok selama kurang lebih satu tahun kebelakang.
Forum Mahasiswa Tambang
Maluku Utara telah kita ketahui bersama
sudah cukup dewasa jika dilihat dari segi usia. Sesuatu yang luar biasa jika
kedewasaan itu mampu dimbangi dengan kualitas keluaran yang mampu menghadirkan
manfaat menyeluruh bagi insan akademis kita. Jika dibandingkan dengan
organisasi lain pada umumnya, usia dua dekade itu telah menjadikannya sebagai the big organization. Mungkin ini yang
menjadi pekerjaan rumah kita bersama dalam menata kembali arah dan gerak
organisasi. Satu hal yang harus kita pegang adalah keputusan saat ini menentukan
kondisi masa depan kita. Masa depan hannyalah sejarah yang berulang – ulang bagai dua tetes mata air yang perbedaanya terletak
pada waktu peristiwa. Apa yang emudian terjadi nanti, tergantung pada keputusan
kita bersama saat ini. Marilah berdialektika untuk menelanjangkan realitas
seterang-terangnya..
Terakhir yang ingin kami katakan
bahwa tidak pernah ada satu mahkluk manusia didunia ini yang luput dari salah maupun keliru
terhadap perlakuannya dengan alam semseta. Permohonan maaf atas segala khilaf
dan salah mungkin tidak sebanding, namun mampumemberi makna pengakuan atas
segala ketidakmampuan kami. Harapannya ke depan, bisa tercipta suatu iklim dan
struktur organisasi yang lebih merespon tantangan zaman serta kebutuhan
organisasi.
“ Jelajahi bumi kita,temukan
jejak kehidupan didalamnya”.
Komentar
Posting Komentar